APAR (Alat Pemadam Api Ringan) merupakan perangkat wajib dalam sistem proteksi kebakaran pada gedung perkantoran, hotel, villa, restoran, gudang, hingga fasilitas umum. Namun, keberadaan APAR saja tidak cukup. Penempatan APAR yang tidak sesuai standar dapat mengurangi efektivitasnya bahkan berisiko membahayakan saat kondisi darurat.

PT Wiratama Karunia Mandiri sebagai penyedia layanan APAR profesional di Bali menjelaskan berbagai kesalahan umum dalam penempatan APAR di gedung yang masih sering ditemukan.
APAR Ditempatkan Terlalu Jauh atau Sulit Dijangkau
Salah satu kesalahan paling umum adalah penempatan APAR di lokasi yang jauh dari area berisiko kebakaran. APAR seharusnya mudah dijangkau dalam waktu singkat. Penempatan yang terlalu jauh dapat memperlambat proses pemadaman api pada tahap awal.
APAR idealnya dipasang di jalur sirkulasi, dekat pintu keluar, atau area dengan potensi kebakaran tinggi.
APAR Terhalang Barang atau Perabot
APAR yang tertutup lemari, barang gudang, dekorasi, atau peralatan lain akan sulit diakses saat kondisi darurat. Dalam situasi kebakaran, setiap detik sangat berharga sehingga APAR harus terlihat jelas dan bebas dari penghalang.
Penempatan APAR wajib memastikan area sekitarnya selalu kosong dan mudah diambil.
Ketinggian Pemasangan Tidak Sesuai Standar
Kesalahan lainnya adalah pemasangan APAR yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. APAR yang dipasang terlalu tinggi sulit dijangkau, sedangkan yang terlalu rendah berisiko rusak atau terhalang.
Ketinggian pemasangan APAR harus disesuaikan dengan standar keselamatan agar mudah digunakan oleh siapa pun.
Tidak Disesuaikan dengan Jenis Risiko Kebakaran
Setiap area memiliki potensi kebakaran yang berbeda. Kesalahan sering terjadi ketika APAR ditempatkan tanpa mempertimbangkan kelas kebakaran di lokasi tersebut, misalnya penggunaan APAR powder di area dapur komersial atau APAR foam di area listrik.
Pemilihan dan penempatan APAR harus disesuaikan dengan jenis risiko kebakaran di setiap ruangan.
Tidak Dilengkapi Tanda atau Rambu APAR
APAR yang tidak dilengkapi tanda atau rambu penunjuk akan sulit ditemukan saat kondisi darurat, terutama di gedung besar. Rambu APAR berfungsi sebagai petunjuk visual agar APAR dapat segera dikenali.
Penempatan APAR sebaiknya selalu disertai tanda yang jelas dan mudah terlihat.
APAR Ditempatkan di Area Tertutup atau Terkunci
APAR tidak boleh ditempatkan di dalam ruangan terkunci, lemari tertutup, atau area terbatas yang sulit diakses. Dalam kondisi darurat, APAR harus dapat digunakan tanpa hambatan.
Penempatan APAR harus berada di area terbuka dan dapat diakses oleh semua penghuni gedung.
Kurangnya Evaluasi dan Inspeksi Berkala
APAR yang sudah dipasang sering kali tidak dievaluasi ulang saat terjadi perubahan layout ruangan. Perubahan fungsi ruang, penambahan peralatan, atau renovasi gedung dapat membuat posisi APAR tidak lagi efektif.
Evaluasi penempatan APAR harus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari maintenance sistem proteksi kebakaran.
Pentingnya Penempatan APAR Sesuai Standar
Penempatan APAR yang benar membantu:
- Mempercepat pemadaman api tahap awal
- Mengurangi risiko kebakaran meluas
- Menjaga keselamatan penghuni gedung
- Memenuhi standar keselamatan dan audit bangunan
Kesalahan penempatan APAR dapat berdampak serius terhadap keselamatan dan kerugian aset.
Layanan Penempatan dan Maintenance APAR oleh PT Wiratama Karunia Mandiri
PT Wiratama Karunia Mandiri menyediakan layanan:
- Konsultasi penempatan APAR sesuai standar keselamatan
- Pengadaan APAR semua jenis dan ukuran
- Pengisian ulang APAR semua merek
- Inspeksi dan maintenance APAR berkala
- Penyediaan tabung cadangan
Seluruh layanan dikerjakan oleh teknisi berpengalaman dan terlatih, melayani seluruh wilayah Bali.
📞 Hubungi Kami 0877-8229-9722
